Peran Pimpinan Proyek

Menjadi pemimpin proyek, serupa dengan memimpin sebuah departemen, dimana kita perlu mengkoordinasi usaha banyak orang dengan latar belakang dan keahlian yang berbeda untuk mendapat hasil keseluruhan terbaik. Namun ada beberapa hal yang berbeda, pertama, dalam proyek, personil dalam tim, mungkin tidak saling mengenal. Kedua, proyek itu unik, karena belum pernah dilakukan sebelumnya,. Ketiga, berbeda dengan kepala departemen, pimpinan proyek tidak memiliki otoritas atau kendali langsung terhadap anggota tim.

Seringkali kita berada pada posisi tanpa kewenangan resmi, bekerja dengan orang-orang yang tidak dapat bekerja sama, sehingga menghadapi derajat ketidak pastian yang tinggi. Karena itu, kita perlu menggunakan senjata andalan yaitu "menggunakan pengaruh untuk mencapai tujuan bersama". Dalam memainkan pengaruh, terdapat dua pilihan, menghabiskan waktu sekedar mengakrabkan diri dengan lingkungan seiring berjalannya proyek, atau membangun pemahaman kita terhadap manajemen proyek sehingga tim yang kita pimpin, segera manjadi produktif.

Sukses tidaknya proyek, dalam batas-batas tertentu, sangat tergantung dari sifat perorangan seperti kejujuran, toleransi terhadap ketidak pastian dan keterbukaan. Namun yang sama pentingnya dengan itu adalah keahlian agar proyek berjalan lancar antara lain bagaimana berkomunikasi intensif (memastikan pimpro, sponsor proyek dan anggota tim mengerti semua batasan dan harapan), membuat dokumentasi tentang proses proyek (tugas, tanggung jawab dan hubungan), dan pemahaman terhadap pelanggan serta kebutuhan bisnis.

Untuk mengembangkan kemampuan memimpin suatu proyek secara efektif maka kita harus :
  • Mengembangkan keahlian manajemen proyek (Kecerdasan Intelektual). Pelajari alat bantu untuk merencanakan, mendefinisikan dan menguraikan lingkup pekerjaan, alat bantu untuk penyusunan jadwal, monitoring anggaran,  juga proses penjaminan kualitas hasil pekerjaan.
  • Membangun keahlian antar pribadi Anda (Kecerdasan Emosional). Manajemen proyek berkutat dengan penyelesaian pekerjaan melalui orang lain. Bagaimana membangun kerjasama tim, menggunakan pengaruh dan bernegosiasi, berkomunikasi baik lisan maupun tulisan, mengidentifikasi dan menanggulangi resiko serta membangun jaringan kemitraan dari luar organisasi Anda.
  • Membangun persiapan mental (Kecerdasan Spiritual). Walaupun kita tidak akan melihatnya diajarkan dalam buku-buku referensi manajemen proyek, faktanya persiapan mental akan terbukti sama pentingnya, bagi kesuksesan kita, setara dengan kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosional. Pemahaman yang benar tentang apa yang akan kita hadapi dalam peran baru ini adalah langkah penting menuju kesiapan mental dan tekad menyelesaikan proyek. 
Dengan mengingat sidik, amanah, tabligh dan fathanah, akan merangkum pengetahuan teknis dari seluruh rangkaian tulisan ini.








No comments:

Post a Comment