Dinamika Tim Kerja

Ketikda tim proyek mulai dibentuk, setiap orang akan terbetik pemikiran pada mereka sendiri,  “Apa yang dapat saya peroleh ?” dan “Apa yang diharapkan dari saya?”. Seiring berjalan waktu, mereka akan berfikir sebagai anggota tim “Bagaimana kami akan menyelesaikan pekerjaan ini ?

Membantu tiap personil saat transisi dan individu ke anggota tim adalah bagian dan tanggung jawab kita sebagai manajer proyek. Dengan mengenali harapan individual mereka, akan mengurangi kegelisahan sekaligus membuka pintu hati agar mereka mulai berfikir sebagai anggota tim. Kita harus menjaga suasana, sehingga tim kerja merasa nyaman dalam menyumbang gagasan dan opini.

Tim yang baik akan terbentuk dengan menjaga keseimbangan sehingga seluruh anggota tim berkomitmen menggunakan talenta dan keahlian individual mereka untuk mendukung tugas tim kerja. Upaya menjaga keseimbangan ini tidak selalu mudah. Kita tidak boleh membiarkan seorang individu mendominasi sehingga tim tidak dapat membuat kemajuan, sementara itu kita juga mau anggota tim berfikir secara mandiri sehingga jalannya proyek bergerak secara otomatis. Kita perlu mengembangkan keahlian sebagai seorang pemimpin dan fasilitator yang dibutuhkan untuk membantu tim berkembang sebagai satu kesatuan.

Kita harus menghindarkan diri dari aktivitas membangun tim dengan sembrono dan tak berkaitan dengan tugas proyek. Sebaliknya, rangkaikan aktifitas tim kerja untuk menghasilkan hal yang bermanfaat, misalnya untuk mendorong sumbang saran (brainstorming) seputar pelanggan dan kebutuhan mereka.

Beberapa tips untuk membangun jembatan sebagai individu dan sebagai anggota tim :

  • Aturlah pembagian kerja dalam rapat tim. Pada rapat awal tim, jelaskan tujuan proyek dan jelaskan bagaimana hasilnya akan menguntungkan perusahaan, pelanggan, dan partisipan Iainnya. Perjelas anggota tim mana yang akan memenuhi tugas apa.
  • Temui anggota tim secara perorangan. Jelaskan pada masing-masing orang mengapa ia dipilih untuk melakukan proyek ini dan kontribusi apa yang kita harapkan dari masing-masing orang. Diskusikan masalah atau batasan yang kemungkinan mereka akan temui.
  • Jaga agar perbedaan individu tetap terlihat. Menginginkan tim bekerja dengan baik sebagai satu kesatuan bukan berarti menghilangkan pernyataan tidak setuju atau adu pendapat. Faktanya sungguh berlawanan. Pastikan setiap individu merasa nyaman dalam menyatakan sudut pandang, kalau tidak mereka tidak akan pernah benar-benar merasa sebagai anggota tim.

"Membangun tim memiliki arti lebih dari sekedar makan pizza bareng … Pengembangan tim dikatakan berhasil jika anggotanya dapat memahami satu dengan yang lain saat proyek berjalan"

No comments:

Post a Comment