Manajemen proyek memungkinkan terciptanya banyak peluang.
Pertama, jika dikelola dengan benar, manajemen proyek akan menghasilkan
perubahan positif yang membantu kita sebagai individu, juga akan membantu
perusahaan/institusi tempat kita bekerja. Manajemen proyek bisa
menghasilkan pemahaman terhadap beraneka ragam tugas operasional harian suatu
organisasi. Manajemen proyek memberi kebebasan dalam mencoba hal baru,
mengerjakan tugas baru, dan peluang untuk menguji serta memperluas keahlian. Sukses mengelola proyek seringkali menjadi peluang promosi.
Seimbang dengan segi positif tersebut, terdapat tantangan
bagi semua manajer proyek. Kita harus toleran terhadap ketidakpastian lebih
dari bidang pekerjaan lain, peka terhadap situasi politis, dan mengatasi rasa
frustasi karena harus bertanggung jawab namun tidak memiliki otoritas. Resiko besar mengerjakan proyek yang berantakan akan membahayakan
bahkan “mematikan” karir kita.
Serial tulisan ini, disusun tidak bermaksud untuk menggurui,
namun sekedar berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam ilmu dan seni manajemen
proyek. Pengalaman praktis yang terbukti berhasil, akan saya uraikan, juga berbagai kegagalan akan saya ulas agar Anda tidak mengalaminya.
Di jaman edan seperti sekarang ini, budi pekerti sering dipinggirkan, sebagai seorang pimpro yang memiliki banyak kesempatan, jika ikut-ikutan edan rasanya tidak tahan karena masih ada nurani belum lagi resiko hukum. Namun jika tidak ikut dinamika jaman, menjadi tidak kebagian 'kue' yang kita olah sendiri, bahkan terkadang menjadi terpinggirkan. Keadaan semrawut ini mungkin juga menjadi bagian rencana Gusti Allah. Karena itu, rekan-rekan pimpro saya ingatkan, sebahagia-bahagianya orang yang 'lupa', akan lebih bahagia nantinya orang yang "eling" dan tetap "waspada".
Bagaimana agar kita selalu "eling" atau ingat akan tugas dan tanggung jawab kita? Bagaimaian kita dapat selalu "waspada" terhadap cobaan dan godaan yang kerap menghampiri?
Salah satu caranya adalah meniru perilaku Nabi Muhammad. Beliau mempunyai perilaku dan akhlak yang sangat mulia dalam hidup dan kehidupannya.
“Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu yaitu bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.”
(QS Al-Ahzab: 21)
Kerana itu hendaklah kita mempelajari sifat-sifat Baginda yaitu Siddiq, Amanah Tabligh dan Fathonah dan menjadikan acuan dalam mengelola proyek yang sedang kita kerjakan.
SIDDIQ
Siddiq artinya benar. Benar adalah suatu sifat yang mulia yang menghiasi akhlak seseorang yang beriman kepada Allah. Ini merupakan sifat pertama yang wajib dimiliki para Nabi dan Rasul yang dikirim Tuhan ke alam dunia ini bagi membawa wahyu dan agamanya. Pada diri Rasulullah SAW, bukan hanya pemikirannya benar, juga perkataannya benar, malah perbuatannya juga benar.
“Dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Quran) menurut kemahuan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan kepadanya.” (QS An-Najm: 4~5)
Di jaman edan seperti sekarang ini, budi pekerti sering dipinggirkan, sebagai seorang pimpro yang memiliki banyak kesempatan, jika ikut-ikutan edan rasanya tidak tahan karena masih ada nurani belum lagi resiko hukum. Namun jika tidak ikut dinamika jaman, menjadi tidak kebagian 'kue' yang kita olah sendiri, bahkan terkadang menjadi terpinggirkan. Keadaan semrawut ini mungkin juga menjadi bagian rencana Gusti Allah. Karena itu, rekan-rekan pimpro saya ingatkan, sebahagia-bahagianya orang yang 'lupa', akan lebih bahagia nantinya orang yang "eling" dan tetap "waspada".
Bagaimana agar kita selalu "eling" atau ingat akan tugas dan tanggung jawab kita? Bagaimaian kita dapat selalu "waspada" terhadap cobaan dan godaan yang kerap menghampiri?
Salah satu caranya adalah meniru perilaku Nabi Muhammad. Beliau mempunyai perilaku dan akhlak yang sangat mulia dalam hidup dan kehidupannya.
“Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu yaitu bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.”
(QS Al-Ahzab: 21)
Kerana itu hendaklah kita mempelajari sifat-sifat Baginda yaitu Siddiq, Amanah Tabligh dan Fathonah dan menjadikan acuan dalam mengelola proyek yang sedang kita kerjakan.
SIDDIQ
Siddiq artinya benar. Benar adalah suatu sifat yang mulia yang menghiasi akhlak seseorang yang beriman kepada Allah. Ini merupakan sifat pertama yang wajib dimiliki para Nabi dan Rasul yang dikirim Tuhan ke alam dunia ini bagi membawa wahyu dan agamanya. Pada diri Rasulullah SAW, bukan hanya pemikirannya benar, juga perkataannya benar, malah perbuatannya juga benar.
“Dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Quran) menurut kemahuan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan kepadanya.” (QS An-Najm: 4~5)
Jika kita meneladani sifat ini, mustahil kita menjadi pimpinan proyek yang bersifat pembohong, penipu dan sebagainya. Apa yang kita pikirkan, apa yang dikatakan dan itulah yang kita kerjakan untuk proyek kita. Bagaimana menerapkan siddiq di manajemen proyek ?
Menurut kajian saya pribadi, agar bisa menjalankan proyek dengan benar kita harus bisa mendefinisikan "apa" yang akan dikerjakan dan "kapan" pekerjaan itu bisa diselesaikan. Apa yang dikerjakan terkait dengan lingkup pekerjaan (lingkup kegiatan) dan "kapan" bisa diselesaikan sangat terkait dengan manajemen waktu (manajemen waktu).
AMANAH
Amanah artinya benar-benar dapat dipercaya. Jika satu urusan diserahkan kepada Nya, niscaya orang percaya bahawa urusan itu akan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Ketika Nabi Muhammad SAW ditawari kerajaan, harta, wanita oleh kaum Quraisy agar beliau meninggalkan tugas ilahinya menyiarkan agama Islam, beliau menjawab:
”Demi Allah…wahai paman, seandainya mereka dapat meletakkan matahari di tangan kanan ku dan bulan di tangan kiri ku agar aku meninggalkan tugas suci ku, maka aku tidak akan meninggalkannya sampai Allah memenangkan (Islam) atau aku hancur karena-Nya”……
Sebagai pimpro, kita harus meneladani sifat Nabi Muhammad, ketika diberi kepercayaan atau amanah untuk mengelola sumber daya keuangan (manajemen biaya) dalam mempersiapkan, merencanakan, melaksanakan, memonitor dan menyelesaikan proyek . Selain itu kita juga mengemban amanah untuk memastikan mutu produk yang dihasilkan, sesuai dengan standar yang disepakati (manajemen kualitas).
TABLIGH
Tabligh artinya menyampaikan. Segala firman Allah yang ditujukan oleh manusia, disampaikan oleh Nabi. Tidak ada yang disembunyikan meski itu menyinggung Nabi.
Kemampuan menyampaikan berbagai hal baik lisan maupun tulisan haruslah dimiliki oleh seorang pimpinan proyek. Pimpro harus mengelola komunikasi terkait status proyek dengan jujur walaupun itu akan terlambat atau anggaran membengkak sehingga menurunkan kinerjanya (manajemen komunikasi). Tiada yang boleh disembunyikan. Banyak proyek gagal karena kegagalan dalam membangun komunikasi dengan seluruh pemangku kepentingan. Selain itu seorang pimpro harus mampu menyampaikan hal-hal yang bersifat memberi motivasi, membangun kerja sama tim dan semangat kerja (manajemen personil).
FATHANAH
Artinya Cerdas. Mustahil Nabi itu bodoh atau jahlun. Dalam menyampaikan 6.236 ayat Al Qur’an kemudian menjelaskannya dalam puluhan ribu hadits membutuhkan kecerdasan yang luar biasa.
Nabi harus mampu menjelaskan firman-firman Allah kepada kaumnya sehingga mereka mau masuk ke dalam Islam. Nabi juga harus mampu berdebat dengan orang-orang kafir dengan cara yang sebaik-baiknya.
Sifat Nabi ini perlu kita tiru, karena dalam manajemen proyek, pimpinan proyek harus mengasah kecerdasannya untuk mengatasi berbagai kemungkinan resiko dan menyelesaikan masalah dalam proyek (manajemen resiko). Selain itu, pimpro harus cerdas bernegosiasi ketika perlu mengadakan kerjasama dengan pihak ketiga di luar organisasi (manajemen pengadaan).
Menurut kajian saya pribadi, agar bisa menjalankan proyek dengan benar kita harus bisa mendefinisikan "apa" yang akan dikerjakan dan "kapan" pekerjaan itu bisa diselesaikan. Apa yang dikerjakan terkait dengan lingkup pekerjaan (lingkup kegiatan) dan "kapan" bisa diselesaikan sangat terkait dengan manajemen waktu (manajemen waktu).
AMANAH
Amanah artinya benar-benar dapat dipercaya. Jika satu urusan diserahkan kepada Nya, niscaya orang percaya bahawa urusan itu akan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Ketika Nabi Muhammad SAW ditawari kerajaan, harta, wanita oleh kaum Quraisy agar beliau meninggalkan tugas ilahinya menyiarkan agama Islam, beliau menjawab:
”Demi Allah…wahai paman, seandainya mereka dapat meletakkan matahari di tangan kanan ku dan bulan di tangan kiri ku agar aku meninggalkan tugas suci ku, maka aku tidak akan meninggalkannya sampai Allah memenangkan (Islam) atau aku hancur karena-Nya”……
Sebagai pimpro, kita harus meneladani sifat Nabi Muhammad, ketika diberi kepercayaan atau amanah untuk mengelola sumber daya keuangan (manajemen biaya) dalam mempersiapkan, merencanakan, melaksanakan, memonitor dan menyelesaikan proyek . Selain itu kita juga mengemban amanah untuk memastikan mutu produk yang dihasilkan, sesuai dengan standar yang disepakati (manajemen kualitas).
TABLIGH
Tabligh artinya menyampaikan. Segala firman Allah yang ditujukan oleh manusia, disampaikan oleh Nabi. Tidak ada yang disembunyikan meski itu menyinggung Nabi.
Kemampuan menyampaikan berbagai hal baik lisan maupun tulisan haruslah dimiliki oleh seorang pimpinan proyek. Pimpro harus mengelola komunikasi terkait status proyek dengan jujur walaupun itu akan terlambat atau anggaran membengkak sehingga menurunkan kinerjanya (manajemen komunikasi). Tiada yang boleh disembunyikan. Banyak proyek gagal karena kegagalan dalam membangun komunikasi dengan seluruh pemangku kepentingan. Selain itu seorang pimpro harus mampu menyampaikan hal-hal yang bersifat memberi motivasi, membangun kerja sama tim dan semangat kerja (manajemen personil).
FATHANAH
Artinya Cerdas. Mustahil Nabi itu bodoh atau jahlun. Dalam menyampaikan 6.236 ayat Al Qur’an kemudian menjelaskannya dalam puluhan ribu hadits membutuhkan kecerdasan yang luar biasa.
Nabi harus mampu menjelaskan firman-firman Allah kepada kaumnya sehingga mereka mau masuk ke dalam Islam. Nabi juga harus mampu berdebat dengan orang-orang kafir dengan cara yang sebaik-baiknya.
Sifat Nabi ini perlu kita tiru, karena dalam manajemen proyek, pimpinan proyek harus mengasah kecerdasannya untuk mengatasi berbagai kemungkinan resiko dan menyelesaikan masalah dalam proyek (manajemen resiko). Selain itu, pimpro harus cerdas bernegosiasi ketika perlu mengadakan kerjasama dengan pihak ketiga di luar organisasi (manajemen pengadaan).
Konsep Sidik, Amanah, Tabligh dan Fathanah, yang terpatri di
dalam hati seorang manajer proyek, saya yakini, dapat menjadi titik awal untuk mengasah
kecerdasan spiritual, sebagai bekal bertahan mencapai tujuan bersama, di tengah
situasi yang kompleks dengan anggota tim yang memiliki beragam pola pikir dan
kehendak. Semoga bisa menjadi bekal kita dalam menghadapi tantangan
manajemen yang unik dan memberikan manfaat besar pada kemampuan kita mengelola
suatu hubungan kerja yang mulus dengan banyak orang, baik dari dalam maupun
luar organisasi. Dan yang lebih penting, dapat menjaga kita tetap "eling" dan selalu "waspada".
Manajemen proyek yang berlandaskan nilai-nilai spiritual ini, adalah buah perenungan saya ketika mengisi hari-hari yang panjang terkurung dalam kesendirian. Semoga ini berguna, membantu mengembangkan kebijaksanaan yang diperlukan, dalam memposisikan
diri kita untuk mencari solusi yang dapat diterima, dan bukannya solusi yang
sempurna, karena kesempurnaan adalah milik Allah SWT.
No comments:
Post a Comment